Gas Etilen

Posted: March 18, 2012 in Biology, knowledge, SPT II

TUGAS KELOMPOK

SPT II

 

GAS ETILEN

 

 

 

 

 

 

 

 

MARWAH ADINDA LESTARI                         H411 10 002

PINKAN INGRID C. TUMANDUK                   H411 10 104

ABDUL AKIB                                                      H411 10 255

ASRIYANTI                                                         H411 10 262

NUR ALIAH                                                         H411 10 270

FINNY ALVIONITA                                           H411 10 276

SITTI HARMATANG                                          H411 10 901

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2012

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan dikendalikan beberapa golongan zat yang secara umum dikenal sebagai hormon tumbuhan atau fitohormon. Penggunaan istilah hormon sendiri menggunakan analogi fungsi hormon pada hewan; dan, sebagaimana pada hewan, hormon juga dihasilkan dalam jumlah yang sangat sedikit di dalam sel. Beberapa ahli berkeberatan dengan istilah ini karena fungsi beberapa hormon tertentu tumbuhan (hormon endogen, dihasilkan sendiri oleh individu yang bersangkutan) dapat diganti dengan pemberian zat-zat tertentu dari luar, misalnya dengan penyemprotan (hormon eksogen, diberikan dari luar sistem individu). Mereka lebih suka menggunakan istilah zat pengatur tumbuh (bahasa Inggris plant growth regulator).

Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor. Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu, sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. Dari sudut pandang evolusi, hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya. Terdapat banyak hormon dalam tumbuhan itu sendiri, tapi khusus kali ini dalam makalah ini hanya akan membahas mengenai Gas Etilen.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah dalam makalah ini, yaitu:

  1. Sejarah Gas Etilen.
  2. Pengertian Gas Etilen.
  3. Fungsi, dampak, produksi, serta faktor yang mempengaruhinya.

 

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:

  1. Untuk mengetahui sejarah dari Gas Etilen.
  2. Untuk mengetahui pengertian tentang Gas Etilen.
  3. Untuk mengetahui fungsi, dampak, produksi, serta faktor yang mempengaruhi Gas Etilen itu sendiri.

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Sejarah Gas Etilen

Etilen telah digunakan sejak Mesir kuno, yang akan luka buah ara untuk merangsang pematangan (melukai merangsang produksi etilen oleh jaringan tanaman). Orang Cina kuno akan membakar dupa di kamar tertutup untuk meningkatkan pematangan pir. Pada tahun 1864, ditemukan bahwa gas bocor dari lampu jalan menyebabkan pengerdilan pertumbuhan, memutar tanaman, dan penebalan abnormal dari batang. Pada tahun 1901, seorang ilmuwan Rusia bernama Dimitry Neljubow menunjukkan bahwa komponen aktif adalah etilen Keraguan menemukan bahwa etilen merangsang absisi pada tahun 1917. Ia tidak sampai 1934 yang Gane melaporkan bahwa tanaman mensintesis etilen. Pada tahun 1935, Crocker mengusulkan bahwa etilen adalah hormon tanaman yang bertanggung jawab untuk pematangan buah serta penuaan dari vegetatif jaringan.

 

B. Pengertian Gas Etilen

Etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. Etilen disebut juga ethane. Selain itu Etilen ( IUPAC nama: etena) adalah senyawa organik , sebuah hidrokarbon dengan rumus C2H 4 atau H2C = CH2. Ini adalah gas mudah terbakar tidak berwarna dengan samar “manis dan musky bau “ketika murni. [3] Ini adalah yang paling sederhana alkena (hidrokarbon dengan karbon-karbon ikatan rangkap ), dan paling sederhana hidrokarbon tak jenuh setelah asetilena (C2H 2) .

 

 

 

 

 

 

Rumus kimia etilen

 

C. Fungsi Gas Etilen

Fungsi utama dari gas etilen sendiri adalah berperan dalam proses pematangan buah. Tapi, selain itu ada fungsi lain dari gas etilen yaitu :

  • Mengakhiri masa dormansi
  • Merangsang pertumbuhan akar dan batang
  • Pembentukan akar adventif
  • Merangsang absisi buah dan daun
  • Merangsang induksi bunga Bromiliad
  • Induksi sel kelamin betina pada bunga
  • Merangsang pemekaran bunga
  • Bersama auksin gas etilen dapat memacu perbungaan mangga dan nenas.
  • Dengan giberelin, gas etilen dapat mengatur perbandingan bunga jantan dan bunga betina pada tumbuhan berumah satu.

D. Dampak Gas Etilen

Selain dampak yang menguntungkan, ternyata gas etilen itu sendiri memiliki dampak yang tidak di inginkan, yaitu :

—  Mempercepat senensen dan menghilangkan warna hijau pada buah seperti mentimun dan sayuran daun

—  Mempercepat pemasakan buah selama penanganan dan penyimpanan

—   “Russet spoting” pada selada

—  Pembentukan rasa pahit pada wortel

—  Pertunasan kentang

—  Gugurnya daun (kol bunga, kubis, tanaman hias)

—   Pengerasan pada asparagus

—  Mempersingkat masa simpan dan mengurangi kualitas bunga

—  Gangguan fisiologis pada tanaman umbi lapis yang berbunga

—  Pengurangan masa simpan buah dan sayuran

 

E. Produksi Gas Etilen

Etilen diproduksi oleh tumbuhan tingkat tinggi dari asam amino metionin yang esensial pada seluruh jaringan tumbuhan. Produksi etilen bergantung pada tipe jaringan, spesies tumbuhan, dan tingkatan perkembangan. Etilen dibentuk dari metionin melalui 3 proses:

  • ATP merupakan komponen penting dalam sintesis etilen. ATP dan air akan membuat metionin kehilangan 3 gugus fosfat.
  • Asam 1-aminosiklopropana-1-karboksilat sintase(ACC-sintase) kemudian memfasilitasi produksi ACC dan SAM (S-adenosil metionin).
  • Oksigen dibutuhkan untuk mengoksidasi ACC dan memproduksi etilen. Reaksi ini dikatalisasi menggunakan enzim pembentuk etilen.

E. Faktor yang mempengaruhi aktifitas Gas Etilen

Adapun yang mempengaruhi aktifitas etilen yaitu:

—  Suhu. Suhu tinggi (>350C) tidak terjadi pembentukan etilen. Suhu optimum pembentukan etilen (tomat,apel) 320C, sedangkan untuk buah-buahan yang lain lebih rendah.

—  Luka mekanis dan infeksi. Buah pecah, memar, dimakan dan jadi sarang ulat

—   Sinar radioaktif

—  Adanya O2 dan CO2. Bila O2 diturunkan dan CO2 dinaikkan maka proses pematangan terhambat. Dan bila keadaan anaerob tidak terjadi pembentukan etilen

—  Interaksi dengan hormon auxin. Apabila konsentrasi auxin meningkat maka etilen juga akan meningkat

—  Tingkat kematangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

III.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang di ambil dari makalah ini, yaitu :

  1. Sejarah dari Gas Etilen dimulai dari Mesir kuno, di kenal pada tahun 1901 dan berkembang dari tahun 1935 sampai sekarang
  2. Gas Etilen itu merupakan hormon yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua atau matang, dan merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C2H4.
  3. Fungsi utama dari Gas Etilen adalah membantu dalam proses pematangan buah, tapi dampak negatifnya masa penyimpanan menjadi lebih pendek.
  4. Produksi Gas Etilen di dapat dari  asam amino metionin yang esensial pada seluruh jaringan tumbuhandan sangat bergantung pada tipe jaringan, spesies tumbuhan, dan tingkatan perkembangan
  5. Aktifitas Gas Etilen Di pengaruhi oleh Suhu, luka, sinar radioaktif, adanya O2 dan H2O, Hormon auksin, dan tingkat kematangan buah itu sendiri.

 

III.2 Saran

Agar dalam proses pemberian materi kepada mahasiswa, ada baiknya ada buku atau diktat untuk di jadikan landasan dalam mata kuliah ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s